Feb 15, 2010

Lawan Kanker dengan Kekuatan Cinta

Saat didiagnosis kena penyakit kanker kebanyakan orang akan berpikir hidupnya tidak akan lama lagi, dan muncul perasaan sedih hingga putus asa. Tapi perasaan dicintai serta mencintai bisa sangat membantu mengoptimalkan pengobatan yang sedang dijalani.

Proses penyembuhan penyakit kanker memerlukan waktu yang tidak sebentar. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dari pasien. Karena itu dibutuhkan dukungan dan perhatian dari orang-orang disekitarnya untuk membangkitkan semangatnya.

"Penyakit kanker sebenarnya penyakit yang bisa disembuhkan, tapi untuk mencapai itu dibutuhkan proses serta daya tahan tubuh yang bagus dan optimal," ujar Dr Maria Astheria Witjaksono, MPALLC (FU) dari RS Kanker Dharmais dalam acara support group CISC (Cancer Information and Support Center) di Imam Bonjol, Jakarta, (14/2/2010).

Dr Maria menuturkan hal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari seorang pasien kanker adalah adanya harapan, semangat untuk bertahan hidup, kasih sayang dari orang-orang disekitarnya serta perasaan dicintai dan mencintai.

"Perasaan cinta bisa membangkitkan semangat, harapan dan gairah dari diri si pasien untuk terus bertahan dan berobat sehingga pengobatan yang dilakukannya bisa optimal," ujar dokter bagian perawatan paliatif RS Kanker Dharmais.

Pengobatan kanker seperti kemoterapi membutuhkan kondisi pasien yang baik dan memiliki daya tahan tubuh yang tinggi. Karena selain membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh, pengobatan ini juga menimbulkan efek samping bagi pasien itu sendiri. Jika pikiran dan hatinya tenang, maka pengobatan kemoterapi yang dijalaninya juga bisa lebih maksimal.

Pasien kanker diharapkan belajar untuk mencintai orang-orang dengan cara memaafkan semua kesalahan orang lain, dengan begitu hatinya akan menjadi lebih lega dan tenang. Sedangkan perasaan dicintai akan meningkatkan semangat pasien untuk bertahan dan berpikir bahwa hidupnya masih berarti untuk orang-orang terdekatnya.

"Kalau orang masih menyimpan dendam atau marah pada orang lain, maka hal ini bisa mempengaruhi hidupnya seperti nafsu makan berkurang, tidak bisa tidur yang dapat menurunkan daya tahan tubuhnya. Sehingga bisa mempengaruhi efek dari pengobatan yang sedang dijalaninya," ungkapnya.

Dr Maria menuturkan ada 5 tahapan yang dilalui oleh pasien kanker, yaitu:

Tahapan menolak.
Perasaan ini sering dialami oleh pasien kanker yang baru didiagnosis menderita salah satu jenis kanker.

Rasa marah.
Perasaan ini timbul pada diri pasien, kenapa harus saya yang sakit? Terkadang ada pasien yang merasa marah pada Tuhan.

Mencoba untuk menerima keadaan.
Pasien mulai mencoba bernegosiasi dengan kondisinya dan menerima keadaan yang ada.

Perasaan depresi.
Pasien merasa stres dan depresi dengan keadaan yang ada, seperti bagaimana nanti kehidupan keluarganya, siapa yang akan mengurus suami/istri dan anak-anaknya.

Tahapan menerima keadaan.
Pada tahap ini pasien sudah bisa menerima keadaannya dan pasrah dengan segala kondisi yang ada.

"Setelah menerima kondisi tubuhnya, maka tahap selanjutnya adalah menyesuaikan diri dengan keadaan penyakitnya. Karena seseorang tidak bisa terus menerus menyalahkan dirinya, tapi harus bangkit dan berjuang melawan penyakit tersebut," tambahnya.
(detik.com)


0 tanggapan:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda disini