Jun 6, 2010

Mengapa Obama Masih Ogah ke Jakarta?

Untuk kedua kalinya Presiden AS Barack Obama menunda kunjungan ke Indonesia. Alasannya terdengar klise. Mengapa Obama masih ogah ke Jakarta?

Para analis seperti Syamsul Hadi PhD dari Fisip UI dan Al Chaidar dari Fisip Universitas Malikusaleh Aceh mencatat ada beberapa masalah penting yang membuat Obama membatalkan diri atau bahkan merasa ogah ke Jakarta belakangan ini.

Pertama, para intelijen dan penasehat Obama di Gedung Putih melaporkan bahwa situasi masih belum kondusif bagi kunjungan dan kehadiran Obama. Hal ini terkait ancaman demo besar-besaran atas aksi brutal Israel yang menyerang relawan ke Gaza, Palestina. Selama ini AS dikenal selalu membela Israel dan membuat masyarakat di Tanah Air geram.

Berbagai elemen gerakan Islam akan mendemo Obama yang dianggap pembela Israel dan zionisme. Seperti HMI, PII, PMII, IMM, Muhammadiyah dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) siap mendemo kebijakan Obama yang membela zionisme itu.

Kedua, untuk sementara di mata kelas menengah ke bawah, SBY terancam krisis legitimasi ekonomi akibat mundurnya Sri Mulyani dan naiknya Agus Martowardojo yang dianggap tidak sehebat pejabat sebelumnya.

Dalam kasus Century yang melibatkan Sri Mulyani dan Boediono, terkesan SBY melindungi sehingga muncul ketidakpuasan politik. Diprediksi ketidakpuasan itu bisa mencapai klimaksnya pada kunjungan Obama. Apalagi selama ini AS dianggap penguasa Bank Dunia dan negeri neoliberalisme-imperialisme. Demo anti-Obama bakal marak karenanya.

Ketiga, Presiden SBY mencalonkan Darmin Nasution sebagai Calon Gubernur BI yang bagi sebagian kalangan dianggap sebagai kompromisme kartel politik. Juga masih terselip keraguan mengenai kredibilitas Darmin mengatasi gejolak moneter dan ekonomi menyusul ledakan krisis moneter Yunani serta citra BI yang masih terpuruk.

Makanya, meski kantor berita AP melaporkan pihak kepresidenan minta maaf yang cukup dalam karena terpaksa menjadwalkan ulang lagi rencana kedatangan Obama ke Indonesia dan Australia, tetap saja bagi sebagian kalangan menjadi bukti bahwa Presiden AS itu masih meragukan legitimasi Jakarta.

Sekretaris media Gedung Putih, Robert Gibbs, mengatakan Obama seharusnya datang pada kunjungan ke dua negara pada 13 Juni. Alasan penundaan ini, lagi-lagi secara klise diungkapkan bahwa Obama harus tetap berada di negaranya untuk ‘memutuskan sesuatu yang penting,’.

Sebelum datang ke Indonesia, Obama sudah mendapat respon negatif dari 25 Ormas Islam yang melakukan aksi solidaritas di depan gedung Amerika Serikat. Amerika dituduh membantu aksi kejahatan kemanusiaan Israel.

Ada 25 Ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) menilai Obama harus bertanggungjawab atas apa yang sudah dilakukan oleh Israel atas Palestina dan relawan internasional untuk Gaza.

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bahkan menilai serangan Israel terhadap kapal kemanusiaan Mavi Marmara di Palestina tidak bisa dimaafkan. HTI meminta PBB dan Amerika Serikat tidak tinggal diam dan harus menyikapi Israel yang sudah melakukan pelanggaran kemanusiaan itu.

sumber: inilah.com


0 tanggapan:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan komentar anda disini